Langsung ke konten utama

Postingan

Kita dan Kecewa

  “Bagaimana pun bentuknya kekecewaan itu mempunyai rasa yang sama. Pahit dan berbaur getir yang membuat dada membutuhkan ruang hanya sekedar untuk menghela napas" –babibinal   (Source: Pinterest) Hidup layaknya aliran air   terus saja mengalir entah itu lurus, berkelok, atau bahkan pada saatnya nanti kering .Air. Aku selalu menyukai hadirya hanya saja secara pas tak berlebih. Aku menyukai hujan, laut, suara ombak, juga gemericik aliran sungai karena mereka membuat semua rasa yang berkecamuk itu perlahan memudar. Hingga rasa kecewa itu pergi dan membuat hati ini sedikit bisa bernapas bebas. Pikiran dan hati membuatku seolah digamblingkan dengan keselarasan. Mereka tak pernah mau bertemu di suatu titik bernama kesepakatan. Seolah dua buah kutub yang berbeda, mereka selalu   tolak-menolak. Sesekali saja hati dan pikiran sejalan namun lebih sering berpencar ke sembarang arah. Merasa dikecewakan oleh suatu keadaan membuat otak berpikir perbuatan itu tak pan...

Pencarian Makna Pulang

Tempatku Pulang? Aku tak memilikinya Cuma aku punya tempat tinggal Aku punya Tapi bukan tempat untuk pulang Hanya tempat semua rutinitas terulang Apa makna dari pulang? Kehangatan dan keceriaan ada di dalamnya, katanya Kata siapa? Aku tanya kata siapa? Disaat banyak yang bergumul tentang kerinduaan Aku cuma diam Setiap detik aku cari makna kata “pulang” Setiap detik itu pula aku hanya berkutat pada pencarian tanpa jawaban Apakah pulang sama halnya seseorang yang menyambut kita dari dunia luar dan kembali ke rumah Ah benar rumah Apakah pulang adalah rumah? Atau rumah adalah pulang? Rumah Pulang Dan aku terus mencari Pencarian  

Bayangan

Langkahmu adalah langkahmu sendiri, tak peduli denganku yang telah atau akan mengikutimu dari belakang. Kamu egois, itu yang dikatakan orang namun bagiku kamu realistis karena aku bukanlah siapa-siapamu. Aku hanyalah bayangan yang selalu mengikuti bendanya, benda yang mungkin tak tahu bahwa dia tidak sendirian menjejak dunia.  Hari berjalan seperti biasa kamu melangkah di setapak kecil lalu menyebrang dan melewati jalan yang lebih lebar. Aku tetap setia di sini, di sisimu. Namun pagi ini entah kenapa rasanya matahari tak seperti biasanya bersinar dengan terik, mendung sedikit menutupinya, itu membuatku menjadi samar-samar. Aku sedikit khawatir akan menghilang dari sampingmu, aku takut pergi, takut tak lagi melihatmu namun kamu tak terpengaruh dengan hal itu, kamu masih tetap bisa berjalan tanpaku.  Semakin hari semakin tipis bayangan ini, mungkin sedikit lagi aku akan benar-benar pergi dari hidupmu. Aku sedikit menjauh darimu ketika itu, kamu bersama seseorang yang se...