Aku
melihat engkau tercenung duduk di batas senja
Dengan
bias cahaya menyilaukan
Entah
kenapa semua panca indera seolah mati rasa
Melihat
tanpa bisa mendekat
Menguacap
namun tetap tak bersuara
Jejak
dan tapakan juga perlahan memudar memuar bersama lautan
Setelahnya
tanpa aba-aba engkau hilang
tenggelam
bersama titik pusat tata surya
Menyisakan
diam
Sendirian
tanpa pegangan
Memang
Aku
mengerti tak ada yang namanya keabadian
Perputaan
angin, sapaan ombak
Semua
bergerak, tak konstan
Di
atas sana biru itu lesap bersamaan mega yang tak terihat
Di
bawah sini buih sebentar datang sebentar lenyap
Lalu
laut membisikan: Pulanglah
pulang,
malam terlalu menakutkan
Komentar
Posting Komentar