"It's okay to be not okay". Sekarang-sekarang ini jadi sering banget ngga kalian denger kalimat itu? Kalau ada yang pernah nonton drama korea yang diperanin Kim Soo Hyun pasti familiar banget.
Aku ngga mau ngebahas dramanya tapi hehe. Lain waktu deh boleh.
Tidak masalah menjadi tidak baik-baik saja.
Seringnya kita pasti memamerkan kesempurnaan dalam diri kita dan mengubur dalam hal yang kita anggap kurang. Enggak salah juga karena mutlaknya manusia memang selalu ingin lebih hebat dari manusia lain. Tapi, kita akhirnya cuma capek, merasa hidup ini nggak pernah cukup, hingga kita ngebohongin diri kita sendiri. Sampai ke titik itu.
Aku pernah ada di posisi itu, jujur sekarang juga masih, merasa baik tapi sebenarnya enggak. Bilang oke nggak apa tapi aslinya cuma buat bikin orang lain lega aja hehe. Kita terlalu didistract sama figur orang lain hingga lupa bercermin, buat lihat diri kita dalam-dalam.
Dan hei, kesehatan kalian itu lebih penting. It's okay untuk tampilin sisi lemah kalian, kita bukan robot yang cuma ngikutin apa yang sistem tentuiin. Nangis aja kalau pengen nangis, teriak kalau pengen teriak, ketawa kalau mau ketawa, it's a natural cowok atau pun cewek. Kita manusia yang punya banyak emosi.
Kemarin aku ikut webinar yang temanya mental health. Dari situ aku belajar kalau emosi itu terbentuk karena kita udah tau dan belajar dari hal yang kita alamin. Misal, kita deg-degan karena ada ujian dan kita nggak belajar, nah itu adalah emosi khawatir dan kita bakalan tau rasanya gimana buat nerapin ke hal-hal lain yang kira-kira mirip.
Nah ini aku kasih diagram tentang emosi, beragam emosi yang dihasilkan manusia.
Itu gambarnya aku ambil dari webinar yaa. Buanyak banget ternyata bentuk-bentuk emosi yang manusia alami. Kalian udah pernah rasain yang mana aja? Yang jelas lingkaran paling dalam semua orang pasti pernah, karena emang paling umum kita rasain ya ga sih hehe.
Intinya setiap emosi itu bisa bikin kita belajar suatu hal yang baru, bisa bikin kita lebih aware juga peka sama diri kita dan orang lain juga. Tapi juga jangan berlebihan, cukup di batas normal aja guis, entar overdosis emosi bikin crazy ekek.
Jadi, kalau kalian nggak harus selalu baik-baik aja. Nggak apa untuk terlihat nggak baik. Nggak perlu nampilin diri di sosmed dengan penuh kesempurnaan. "Biasa saja kamu tak apa" kalau kata Hindia.
(9.46 sambil nonton we the fest)

Komentar
Posting Komentar